≡ Menu
BLOCNOOT

Memahami Arti Puasa Ramadhan

in Ramadhan

BLOCNOOT.com – Ramadhan akan segera tiba, saatnya mempersiapkan hati dan pikiran untuk menjalaninya. Puasa memiliki arti penting bagi umat muslim. Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan bagi umat muslim. Pada bulan ini semua kebaikan yang dilakukan oleh umat muslim merupakan tiket mereka untuk semakin dekat dengan surga karena amal sholeh yang mereka lakukan akan dilipatgandakan sebanyak 70 kali lipat.

Namun sebelum melaksanakan puasa ada baiknya kita belajar dahulu untuk mengerti arti puasa ramadhan yang sesungguhnya sehingga kita dapat memaknai puasa secara lebih mendalam.

Memahami Arti Puasa Ramadhan

Arti Puasa Ramadhan

Ramadhan sendiri merupakan sebuah nama bulan dalam kalender hijriah. Bulan Ramadhan adalah bulan ke-7 pada penanggalan hijriah. Bulan ini juga merupakan bulan turunnya Al-Quran dan untuk memperingatinya umat muslim biasanya melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan. Pada bulan ini semua pintu neraka ditutup dan dibukalah segala pintu surga.

Pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan diantaranya ada sebuah malam yang disebut sebagai malam yang kebaikannya melebihi 1000 bulan, malam ini disebut dengan malam lailatul qadar.

Pada malam lailatul qadar akan lebih baik diisi dengan banyak doa karena malam lailatul qadar disebut juga dengan malam penuh kemuliaan karena malam lailatul qadar ini adalah malam turunnya Al-Quran. Hal ini merupakan salah poin utama dalam memahami arti puasa ramadhan.

Berpuasa merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh umat muslim. Puasa sendiri memiliki arti yaitu menahan diri dari segala perbuatan yang membatalkan puasa seperti makan, minum, muntah secara sengaja, dan hubungan suami istri dari kala fajar terbit hingga matahari tenggelam.

Mulainya puasa ditandai dengan adanya adzan subuh dan berakhir pada saat adzan magrib berkumandang. Dalam berpuasa disunahkan untuk bersahur selambat-lambatnya dan berbuka secepat-cepatnya.

Arti Puasa Ramadhan

Hukum Berpuasa

Berpuasa merupakan ibadah wajib bagi umat muslim, tetapi ada beberapa kondisi yang membuat seseorang diharamkan untuk berpuasa. Seorang wanita yang sedang mengalami haid dan nifas tidak diperbolehkan berpuasa maupun bersholat.

Mengapa wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan sholat dan puasa? Pada saat haid gerakan-gerakan sholat menjadi berbahaya bagi wanita, mengapa?

Karena pada saat melakukan sujud dan ruku darah akan mengalir ke rahim, sifat dari sel rahim dan indung telur mirip dengan sel-sel limpa yang menyedot banyak darah, sehingga darah wanita akan semakin banyak terkuras.

Hal ini menjadi berbahaya bagi wanita tersebut karena zat besi dan sel darah putih banyak hilang dan membuat kekebalan tubuh rusak. Sedangkan wanita yang haid dilarang berpuasa karena kebutuhan asupan dan zat besi wanita haid lebih dari wanita yang tidak sedang dalam masa menstruasi.

Selain ada kondisi yang membuat seseorang dilarang berpuasa, ada juga kondisi yang membuat seseorang diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Seseorang yang sedang sakit parah dan tidak memiliki harapan untuk sembuh adalah orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Apalagi apabila puasa yang dilakukan oleh orang tersebut membuat sakitnya bertambah parah. Kondisi lain adalah ketika seseorang berada dalam perjalanan jauh, orang yang sudah tua dan orang yang sedang hamil dan menyusui. Namun orang-orang yang tidak berpuasa wajib mengganti puasanya pada waktu lain atau membayar fidyah (memberi makan orang miskin) ketika mereka tidak mampu membayar puasanya.

Belajar Arti Puasa Ramadhan

Penentuan Awal Ramadhan

Ramadhan merupakan salah satu bulan di bulan hijriah. Pengkalenderan hijriah ditentukan dengan perputaran bulan mengelilingi bumi. Setiap pergantian bulan pada penanggalan hijriah ditandai dengan munculnya bulan sabit atau hilal.

Sehingga penentuan awal puasa ditandai dengan munculnya hilal yang juga berarti menentukan awal bulan hijriah. Penentuan munculnya hilal ada 2 macam, yaitu dengan rukyah atau pengamatan dengan mata telanjang dan hisab yaitu penentuan hilal dengan perhitungan astronomi.

Karena ada beberapa golongan dalam masyarakat Indonesia, maka ada beberapa panutan yang berbeda pula. Karena banyak golongan maka banyak pula yang dianut, sehingga pemerintah melalui Kementrian Agama Republik Indonesia menentukan awal ramadhan dengan mengkombinasikan 2 metode, yaitu hisab dan rukyah.

Nadhatul Ulama (NU) menentukan hilal dengan rukyah sedangkan Muhammadiyah dan Persatuan Islam menggunakan metode hisab untuk standar menentukan hilal.

0 comments… add one

Leave a Comment