Bahaya Asap Rokok Bagi Kesehatan Anak

Kesehatan anak terutama di Indonesia sangat terancam karena jumlah perokok yang hidup di negara ini. Tidak hanya itu, kebiasaan merokok yang tidak mengenal tempat dan tanpa memandang bulu juga menjadi salah satu alasan mengapa banyak anak tidak sehat yang kemudian tumbuh menjadi perokok, karena mereka diberikan contoh oleh orang tua maupun orang di sekitar mereka.

Kebanyakan orang memang telah menyadari bahwa merokok di dekat anak bisa membahayakan. Namun hanya sedikit dari orang dewasa atau orang tua yang peduli akan hal tersebut. Sama halnya seperti orang dewasa yang menjadi perokok pasif, hal tersebut juga memiliki resiko buruk yang sama pada kesehatan anak.

Apa itu Perokok Pasif ?

Perokok pasif merupakan orang yang juga ikut menghisap asap rokok dari perokok aktif. Beberapa efek dari asap rokok untuk perokok pasif bagi kesehatan mereka antara lain, perokok pasif dapat terkena resiko kanker paru-paru. Perokok pasif dapat mengalami kematian dini, asap tembakau mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia dan 69 bahan kimia tersebut dikenal sebagai penyebab kanker. Selain itu perokok pasif yang sering menghisap asap tembakau dari perokok aktif bisa terkena penyakit jantung koroner.

Baca juga : Memilih Mainan Untuk Si Kecil di Usia 2 Tahun

Anda mungkin bertanya mengapa resiko perokok pasif begitu besar? Asap yang membakar ujung rokok disebut sidestream mengandung zat beracun yang lebih berbahaya dibandingkan dengan asap yang dihisap oleh perokok itu sendiri karena melalui filter. Sidestream menjadi sangat beracun terutama apabila dihirup oleh anak anak yang masih berada di usia dini.

Bahaya Asap Rokok Bagi Kesehatan Anak

Anak-anak rentan terhadap efek dari paparan asap tembakau. Beberapa anak yang berasal dari orang tua perokok kebanyakan memiliki masalah berikut:

  • Peningkatan resiko sindrom kematian bayi mendadak atau yang dikenal dengan s.i.d.s.
  • Infeksi saluran pernapasan seperti bronkitis, bronkiolitis dan juga pneumonia.
  • Anak yang sering menghisap asap rokok bagi perokok pasif, biasanya memiliki resiko terkena penyakit telinga.
  • Anak-anak mengalami resiko pertumbuhan paru-paru yang lambat.
  • Peningkatan risiko batuk darah, sesak napas, dan juga mengi.

Baca juga : 7 Mitos Yang Sering Kita Dengar Seputar Merawat Bayi

Cara Mengurangi Risiko Asap Rokok Bagi Kesehatan Anak

Banyak orang percaya bahwa merokok di luar menghilangkan resiko untuk anak-anak atau orang lain yang berada di dalam rumah. Namun tahukah Anda bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Laporan medis menunjukkan bahwa kadar nikotin masih cukup tinggi dan bisa menempel di rambut anak-anak bahkan jika orang tua merokok di luar.

Hal tersebut bisa terjadi apabila orang yang merokok di luar membiarkan jendela atau pintu terbuka sehingga asap rokok akan berhembus ke dalam rumah. Partikel dari asap rokok juga bisa menempel di pakaian anak-anak.

Merokok di luar ruangan atau di luar rumah tidak diragukan lagi menjadi salah satu solusi yang tentunya lebih baik daripada merokok di dalam rumah belum ada bukti yang menunjukkan bahwa cara tersebut dapat menghilangkan resiko anak-anak terkena asap rokok. Langkah terbaik untuk dapat menghindari anak-anak dari terkena asap rokok adalah dengan berhenti merokok.

Jauhkan anak-anak dari asap rokok atau dari orang yang merokok agar anak-anak tidak menjadi perokok pasif. Pada saat Anda berada di pusat keramaian seperti di pasar atau di pusat-pusat perbelanjaan yang banyak asap rokok, Anda bisa menggunakan masker untuk Anda maupun anak Anda agar terhindar dari bahaya asap rokok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like