Penyebab dan Cara Mengatasi Balita Susah Makan

Saat buah hati Anda sulit untuk diajak bekerja sama terutama dalam soal makanan, sudah pasti ibu akan merasa bingung dan akan mencoba berbagai cara untuk membujuk anaknya agar mau makan.

Bagi beberapa anak, masalah enggan untuk makan bisa jadi merubah kebiasaan mereka saat makan. Ada anak yang hanya menyukai bubur saya, ada anak yang hanya menyukai asi dan air putih saja, dan bahkan ada anak yang hanya menyukai cemilan yang berupa jajanan.

Berbagai macam keinginan anak serta rupa-rupa gaya makan yang mereka miliki tentunya memiliki dasar dan kebiasaan. Sebagai seorang ibu ini merupakan tantangan tersendiri untuk bisa membuat buah hati menyukai makanan yang mereka buat.

Tidak hanya itu, pentingnya asupan gizi terutama di saat anak masih balita merupakan waktu yang paling tepat memberikan mereka gizi yang lengkap.

Beberapa Penyebab Utama Anak Balita Susah Makan

Rasa Cemas

Rasa cemas bisa menjadi salah satu penyebab mengapa seorang anak enggan untuk makan. Rasa cemas berpisah dari orang tua, rasa cemas dengan lingkungan baru atau rasa cemas karena hal-hal lainnya bisa jadi membuat anak jadi susah makan.

Depresi

Bagaimana orang tua bersikap di rumah dan bagaimana lingkungan anak bisa menjadi salah satu pengaruh yang membuat anak depresi. Jika anak merasa depresi misalnya akibat penekanan oleh seorang ibu pada saat makan bisa jadi membuat anak enggan untuk makan.

Relasi Yang Tidak Baik Dengan Orang Tua

Jika respon dari orang tua tidak baik setiap anak melakukan kesalahan atau setiap anak tidak menuruti keinginan orang tua akan membuat hubungan yang juga kurang harmonis. Hal sebut juga biasanya dapat menyebabkan anak susah untuk makan.

Kebiasaan

Pada saat mereka masih balita, ada berbagai jenis makanan yang kita tawarkan dan terkadang seorang anak menyukai satu atau dua jenis makanan tertentu. Pada tahap selanjutnya seringkali seorang ibu hanya mengandalkan makanan yang disukai anak tersebut untuk bisa membuat anaknya tetap makan.

Namun efek buruk dari kebiasaan tersebut adalah, anak sulit untuk menerima makanan baru. Tidak disangka apabila setiap anak memang memiliki kebiasaan, pilihan mereka sendiri. Walau demikian, seorang ibu harus juga pandai dan memiliki banyak kreatifitas untuk memancing selera makan seorang anak agar gizi yang mereka dapatkan tetap terpenuhi.

Baca juga : Alasan Memberi Anak Makanan Organik

Cara Mengatasi Balita Susah Makan

Berikut adalah beberapa tips ringan yang mungkin bisa Anda ikuti untuk mengatasi anak yang susah untuk makan.

1. Waktu yang Dinamis

Anda bisa melayani anak Anda kapanpun saat mereka ingin makan. Waktu yang dinamis untuk makan merupakan salah satu kunci dimana Anda bisa memberikan mereka berbagai jenis makanan.

Saat anak ingin makan di waktu tertentu, Anda bisa menyajikan makanan yang Anda anggap baik serta memenuhi standar gizi.

Menentukan waktu makan untuk anak bisa menjadi salah satu penyebab mengapa mereka enggan untuk makan, terlebih mungkin saat itu mereka merasa kenyang atau mungkin mereka sedang asyik bermain.

2. Variasi Makanan dan Air

Banyak balita yang menyukai air putih dibandingkan dengan makanan utama mereka. Anda bisa sedikit kreatif dengan memberikan beberapa suapan misalnya 3 atau 4 suapan kemudian menawarkan satu sendok air putih.

Begitu seterusnya untuk bisa tetap membuka keinginan pada anak untuk makan. Jangan mengalah pada keinginan anak untuk mendapatkan air putih terus-menerus sehingga perut mereka akan menjadi kenyang.

3. Mulailah dengan Air Putih

Di dunia kesehatan, memulai makan dengan meminum air putih terlebih dahulu dapat membantu melancarkan tenggorokan. Begitu juga dengan anak kecil biasanya mereka bisa diajak untuk makan apabila diberikan sedikit air putih terlebih dahulu. Namun perlu diingat bahwa air putih tersebut tidak boleh terlalu banyak agar mereka tidak cepat kenyang.

Baca juga : Amankah Bayi Tidur Tengkurap?

4. Cemilan Sehat

Cemilan sehat bisa menjadi alternatif makanan pengganti makanan utama. Beberapa cemilan alternatif seperti buah-buahan, puding buatan sendiri, atau agar-agar, atau makanan lain yang sehat bisa menjadi penambah asupan gizi untuk anak.

5. Menyemangati Anak

Menyemangati anak tidak baik dengan menggunakan iming-iming melainkan Anda bisa menyemangati mereka dengan kata-kata agar mereka lebih percaya diri dan mengganggap bahwa diri mereka benar-benar bisa melakukan hal apapun.

Rasa percaya diri pada anak bisa menjadi pemicu bagi mereka untuk menyukai makanan. Saat anak masih belajar, cobalah untuk tidak selalu mendikte, tidak selalu membangunkan mereka saat mereka jatuh, dan tidak selalu mengambil alih kegiatan apapun yang ingin mereka lakukan dan yang mereka bisa.

Anak di bawah usia 2 tahun harus diawasi saat melakukan aktivitas tertentu namun Anda tidak harus selalu ikut campur. Saat anak belajar, berikanlah mereka kesempatan.

6. Suplemen Vitamin

Anak yang enggan untuk makan serta kurang makan biasanya akan kekurangan gizi sehingga Anda sebagai orang tua diharuskan mengambil suplemen makanan yang mengandung vitamin atau gizi untuk mereka. Tanyakanlah pada dokter anak atau ahli gizi sebelum Anda membeli suplemen tertentu.

7. Dengarkan Pendapat Anak

Sesekali cobalah untuk mendengarkan apa pendapat anak Anda soal makanan yang Anda berikan. Pendapat yang diberikan oleh anak merupakan masukan yang harus Anda dengarkan dan pertimbangkan terlebih jika Anda menginginkan anak Anda untuk mendapatkan makanan yang dibutuhkan. Anda bisa memilah keinginan mereka yang baik dan keinginan mereka yang kurang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Arti Sebuah Keluarga

Secara harfiah, setiap orang bebas mengartikan apa itu “keluarga”. Kita sering menjumpai arti keluarga yang didefinisikan oleh orang…