Kamu Ingin Uang yang Bekerja Untukmu? Kamu Harus Mencoba untuk Investasi

Orang bijak mengatakan bahwa uang dapat menjadi hamba yang baik jika kita tahu cara mengendalikannya, tetapi juga dapat menjadi tuan yang jahat jika kita yang dikendalikan olehnya. Tidak heran jika masalah ekonomi merupakan masalah yang umum ditemui, baik di suatu negara, suatu organisasi, suatu keluarga sampai pada pribadi seseorang.

Banyak orang yang bahkan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Namun jika kita bijak, kita dapat membuat uang bekerja bagi kita. Orang-orang menyebutnya dengan investasi. Tetapi tentu saja hal ini tidak bisa dijadikan sumber keuangan utama. Kita tetap harus bekerja agar dapat menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Biasanya, investasi dilakukan untuk tujuan di masa yang akan datang.

Bagi orang awam, investasi mungkin terdengar agak menyeramkan. Entah karena ketakutan akan kerugian yang dapat disebabkan, maupun karena ketidakpahaman mengenai apa sebenarnya investasi itu. Oleh sebab itu, mari kita belajar terlebih dahulu, karena investasi sendiri memiliki banyak manfaat yang dapat menolong perekonomian kita.

Banyak pertanyaan yang mungkin timbul di benak Anda. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

Apa Itu Investasi?

Dalam bahasa sederhananya, investasi adalah suatu aset yang Anda miliki saat ini yang akan berguna atau memberi keuntungan di masa depan.

Manfaat Apa Yang Bisa Saya Dapatkan Dari Berinvestasi?

Dengan berinvestasi, kamu dapat membuat aset investasimu yang bekerja menghasilkan uang bagi kamu. Oleh sebab itu, biasanya hasil dari investasi tidak dapat dinikmati secara instan. Semakin dini kamu mengetahui dan terlibat dalam investasi, semakin besar pula manfaatnya.

Coba bayangkan, jika kamu mulai berinvestasi sejak di bangku kuliah, meskipun modal yang dibutuhkan biasanya lumayan besar, namun keuntungan yang kamu dapatkan beberapa tahun kemudian akan sangat besar. Tidak heran jika orang-orang mulai berinvestasi sejak dini untuk berbagai keperluan di masa depan, seperti biaya sekolah anak, untuk kesehatan dan kesejahteraan di hari tua.

Investasi juga tidak menuntut banyak waktu, seperti pekerjaan-pekerjaan utamamu, sehingga kamu dapat lebih memusatkan perhatian dan waktumu untuk pekerjaan serta keluarga.

Baca juga : 6 Alasan yang Menjawab Pasti, Mengapa Kamu Sering Boros Uang

Apa Saja Jenis-Jenis Investasi?

Secara umum, investasi dikelompokkan menjadi dua. Aset riil yang terdiri dari tanah, mata uang asing, properti, barang-barang koleksi, emas, tabungan bank, deposito, unit link (asuransi sekaligus investasi), dan aset finansial yang terdiri dari reksadana, saham dan obligasi. Aset riil merupakan aset yang kita miliki yang dapat dilihat wujudnya, sedangkan aset finansial merupakan aset yang tidak dapat kita lihat wujudnya.

1. Tanah

Jika kamu memiliki modal yang cukup banyak, tanah adalah investasi yang akan sangat menguntungkan. Bagaimana tidak, semakin hari jumlah penduduk di bumi semakin banyak. Seiring dengan hal tersebut, kebutuhan akan lokasi, baik untuk membangun rumah, gedung usaha, tempat olahraga dan berbagai keperluan lain juga semakin meningkat. Sehingga harga tanah setiap tahun pasti akan naik.

Keuntungan yang didapatkan dengan berinvestasi tanah juga akan semakin bertambah jika tanah yang kamu miliki disewakan atau digunakan sebagai tempat bercocok tanam. Resiko berinvestasi tanah juga kecil, karena perawatan yang dibutuhkan tidak banyak, dan sangat jarang harga tanah akan turun.

Yang penting untuk diperhatikan ketika ingin berinvestasi tanah adalah tanah tersebut memiliki surat kepemilikan yang jelas dan diakui secara hukum. Selain itu lokasi tanah tersebut juga harus diperhatikan agar nilai jualnya semakin tahun bisa semakin tinggi. Investasi ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati hasil investasi 8-10 tahun sejak menanam investasi.

2. Mata Uang Asing

Kamu pasti sudah tahu kan tentang investasi mata uang asing? Mata uang asing dapat dijadikan aset investasi karena nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing yang turun-naik. Sehingga ketika nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing naik, mata uang asingmu dapat kembali ditukar ke rupiah atau digunakan ketika berpergian ke luar negeri.

Hal-hal yang wajib diperhatikan ketika kamu tertarik dengan investasi ini adalah mata uang asing apa yang kamu pilih. Pilihlah mata uang asing yang kuat dan cenderung tidak turun nilainya dibandingkan dengan rupiah, seperti dollar dan euro. Selain itu kamu harus memperbanyak informasi mengenai mata uang asing tersebut dan kebijakan pemerintah, baik lewat internet maupun bahan bacaan lainnya.

Baca juga : Kewirausahaan Untuk Semua Orang

3. Properti

Investasi dalam bentuk properti merupakan investasi yang sangat kuat, sama halnya dengan investasi tanah. Investasi ini meliputi rumah, kos-kosan, toko, dan bangunan-bangunanan lain. Namun Anda harus memiliki modal yang cukup besar, karena harga bangunan pada umumnya cukup mahal. Tetapi jika berbicara mengenai keuntungan, keuntungan investasi ini sangatlah besar dan akan terus meningkat setiap tahun.

Hal-hal yang penting untuk diperhatikan adalah lokasi dari bangunan tersebut, karena lokasi akan menentukan minat dari penyewa atau pembeli di masa yang akan datang. Selain itu yang tidak kalah penting adalah tanah dari bangunan itu memiliki surat kepemilikan resmi.

4. Barang-Barang Koleksi

Ternyata barang-barang koleksi juga dapat dijadikan investasi loh. Lukisan, batu, cincin, barang antik dapat menjadi investasi tanpa kita sadari. Karena mengumpulkannya merupakan hobi kita, maka tidak sulit untuk menyimpannya dalam waktu yang lama. Barang-barang ini di masa yang akan datang dapat kita jual kembali dan tidak menutup kemungkinan bahwa harganya akan jauh lebih mahal dari sebelumnya, apalagi jika usianya sudah berpuluh-puluh tahun.

5. Emas

Siapa yang tidak kenal dengan logam mulia satu ini. Konon dikatakan emas memiliki jumlah yang tidak dapat bertambah, sedangkan kebutuhan manusia akan emas semakin bertambah. Itu sebabnya emas merupakan aset investasi yang sangat banyak peminatnya.

Emas memiliki harga jual yang tinggi, dan ini berlaku di seluruh dunia. Harga emas akan berbanding lurus dengan inflasi. Di Indonesia sendiri, harga emas memiliki musim kenaikan, seperti menjelang hari raya, emas banyak dicari sehingga membuat harganya akan naik.

Jika ingin berinvestasi emas, kamu dapat memilihnya dalam bentuk batangan atau perhiasan. Batangan memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada perhiasan, ini dikarenakan emas batangan dapat dibentuk menjadi berbagai bentuk perhiasan. Namun, nilai lebih dari perhiasan adalah dapat menambah indahnya penampilan. Sekarang pilihan berada di tanganmu.

6. Tabungan Bank dan Deposito

“Ayo Menabung”, pasti kamu mengenal slogan ini kan? Jika diselidiki, investasi tabungan bank merupakan investasi yang paling banyak dimiliki. Selain uangmu akan tersimpan dengan aman, kamu juga terbatas untuk mengambilnya, sehingga menolong kamu untuk menguasai diri dalam mengelola uang. Selain itu, meskipun ada potongan setiap bulannya dan memiliki bunga yang rendah, tabungan merupakan investasi yang hampir tidak memiliki resiko dan sangat mudah pengelolaannya.

Nah, ada juga yang disebut deposito. Deposito dan tabungan bank memiliki sangat banyak kesamaan, perbedaannya hanyalah deposito memiliki nilai setor minimal dan tidak dapat diambil kapan saja seperti tabungan bank. Dan juga biasanya bunga deposito akan lebih tinggi dari bunga bank.

Unit link merupakan investasi yang memiliki manfaat ganda. Pertama, sebagai tempat untuk menabung, yang menuntut kamu untuk disiplin dalam penyetoran. Kedua, sekaligus sebagai asuransi, sehingga jika tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, kamu berhak untuk jaminan dana yang telah disepakati sebelumnya.

8. Reksadana

Mungkin kamu sudah sering mendengar jenis investasi ini, tetapi belum terlalu paham artinya. Reksadana merupakan wadah penghimpunan dana yang dikelola oleh manager keuangan. Manfaat dari reksadana adalah kamu tidak perlu repot dalam mengelola uang yang kamu simpan di sini, karena ada pihak yang akan mengelolanya. Selain itu kamu tidak perlu memiliki dana yang besar untuk memulainya. Tetapi tentu saja ada banyak resiko, dan keuntungan yang kamu dapatkan tidak terlalu besar.

Baca juga : 6 Kisah Sukses Sosok Entrepreneur yang Bisa Menginspirasimu

9. Saham

Dengan memiliki saham, berarti kamu dapat memiliki perusahaan. Tetapi tunggu dulu, maksudnya adalah sekian persen dari perusahaan tersebut, karena perusahaan akan dapat beroperasi dengan bantuan saham yang kamu miliki.

Jika perusahaan tersebut mengalami keuntungan, maka nilai saham kamu akan naik, sebaliknya, jika merugi, maka nilai saham kamu akan turun. Dalam hal ini, kamu perlu cerdas dan bijaksana untuk memilih jenis perusahaan. Pilih perusahaan yang cenderung stabil bahkan sering mengalami keuntungan, harga sahamnya tentu saja juga semakin mahal. Selain itu, kamu perlu jeli melihat situasi pasar, kapan kamu harus tetap mempertahankan saham itu, atau kapan kamu harus melepasnya.

10. Obligasi

Obligasi merupakan surat hutang yang dimiliki pemerintah atau suatu perusahaan, yang berfungsi sebagai penambah modal atau untuk pembiayaan suatu proyek. Bunganya hanya sedikit lebih tinggi dari deposito. Obligasi ini dapat dipindahtangankan, dapat dijual kepada orang lain dengan harga yang lebih tinggi atau rendah. Tentu saja nilai obligasi tergantung pada kesuksesan perusahaan yang menerbitkannya.

Bagaimana, apakah kamu sudah dapat melihat pentingnya investasi bagi masa depanmu? Tetapi ingat, sebelum memilih jenis investasi, mari teliti untung-ruginya terlebih dahulu.

Selamat berinvestasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *