Bolehkah Anak Banyak Berteman?

Orang tua memang sering was-was jika anaknya mulai bergaul atau berteman dengan yang lain. Selain karena tidak bisa banyak terlibat karena mereka sudah memiliki dunianya sendiri, orang tua juga sulit mengontrol apa-apa saja yang masuk pada anak ketika sedang bermain dengan temannya. Dari situasi ini sering muncul pertanyaan, bolehkah anak banyak berteman?

Sebenarnya sejak umur 1 tahun, anak memang harus diperkenalkan dengan pertemanan. Ini adalah salah satu tahap untuk membentuk anak dengan kepribadian sosial yang baik. Pada usia 1 tahun, anak cenderung masih bereksperimen dengan temannya. Dari temannya dia melihat dirinya yang serupa, tidak lagi monster-monster besar seperti orang dewasa lainnya.

Dalam tahap ini, anak belum bisa berempati. Meskipun mereka terlihat mengobrol dan berkomunikasi, mereka sebenarnya hanya saling bereksperimen satu dengan yang lain. Salah satu yang harus diperhatikan adalah apapun yang dipegang anak menjadi miliknya sementara hingga ia bosan dengannya. Maka jika anak mulai bermain dengan yang lain, perhatikan mainannya agar tidak saling berebut dan menangis.

Baca juga : Tips Memberikan Susu Kepada Bayi Dengan Botol

Perkembangan ini kemudian mulai terarah pada usia 2 tahun. Anak sudah mulai bisa mengenali temannya dan senang bermain dengan teman yang dikenalnya. Anak bisa mulai berbagi dan bermain bersama. Manfaatkan ini untuk melatih koordinasi atau motorik halus dan sosialisasi melalui suatu permainan dengan temannya. Dari sana anak akan mengenal team work dan kerja sama.

Namun pada tahap ini anak cenderung menjadi sangat aktif dan agresif. Eksplorasi anak bisa saja dengan cara memukul atau melempar barang. Orang tua jangan terburu-buru marah atau panik. Ini merupakan fase tumbuh kembang anak. Anda hanya perlu memberinya pengertian lisan dan cara menggunakan tangannya dengan baik. Misalnya dengan mengajaknya memperbaiki sesuatu yang dirusak atau dengan memeluk temannya.

Semakin bertambah usia anak semakin berkembang juga rasa dalam dirinya untuk bersosialisasi. Orang tua hanya perlu memperhatikan dan mempelajari fase-fase pertemanan sesuai dengan usianya. Tidak perlu terlalu khawatir bila anak sedang bermain dengan temannya. Lebih baik Anda mengenal orang tua dari temannya tersebut agar bisa memantau anak-anak bersama.

Dalam fase ini anak-anak benar-benar bisa menjadi dirinya sendiri. Namun dalam tahap tumbuh kembangnya, anak juga bisa dengan mudah menyerap apa-apa saja dalam lingkungannya. Pendapat teman bahkan akan lebih diperhatikan dari pada nasehat orang tua. Tidak jarang anak tidak mau pulang dan masih mau bermain meski hari sudah larut.

Baca juga : 7 Mitos Yang Sering Kita Dengar Seputar Merawat Bayi

Nah, orang tua pada tahap ini juga perlu bereksplorasi. Cari tahu mengapa anak tidak mau pulang dan kebiasaan apa yang dilakukan hingga membuat dia nyaman begitu lama bermain. Bila anak sudah cukup dewasa untuk mengerti, buatlah perjanjian yang baik antara Anda dan anak.

Berilah waktu anak untuk menceritakan kegiatan bermainnya dan apa yang membuatnya nyaman dan bahagia. Dengarkan dengan seksama kemudian baru berikan pengertian yang mendasar mengapa bermain ada batas waktunya. Terakhir berilah pelukan pada anak supaya mereka nyaman selalu dan mengganggap orang tua juga teman bagi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Arti Sebuah Keluarga

Secara harfiah, setiap orang bebas mengartikan apa itu “keluarga”. Kita sering menjumpai arti keluarga yang didefinisikan oleh orang…