Cara Menikmati Hidup Seperti Anak Kecil

Terlalu banyak orang di dunia ini yang terjebak dengan rutinitas kerja dan tanggung jawab. Orang akan sering merasa gagal dan tidak berguna ketika tidak bisa melakukan suatu tanggung jawab yang dipikulnya. “Bagaimana kata orang nanti jika aku tidak berhasil menyelesaikan ini?”. Integritas, kedudukan, kemapanan, pandangan dunia kadang tidak paralel pertumbuhannya dengan rasa syukur dan kebahagiaan.

Banyak orang yang terlihat berkedudukan tinggi dan memiliki banyak hal di dunia malah tidak bahagia. Banyak orang memiliki keluarga yang sempurna namun masih tidak bersyukur. Mengapa bisa demikian? Coba Anda lihat prespektif anak kecil yang sederhana. Mereka akan menangis ketika sedih dan tertawa saat bahagia. Nah, berikut adalah beberapa yang anak kecil miliki dan biasanya orang dewasa abaikan untuk mendapatkan kebahagiaan.

Tenang dan Senang

Anak-anak lebih peduli dengan berbagai macam kesenangan yang akan mereka dapatkan pada suatu aktivitas yang mereka lakukan. Orang dewasa lebih memilih untuk konsentrasi kepada tujuan akhir dan tanggung jawab menyelesaikannya. Dengan demikian Anda akan menjadi lebih banyak stress dari pada mendapatkan inspirasi dan kesenangan dalam bekerja. Anak-anak mengajari Anda untuk tenang dan tidak khawatir. Lakukan apa saja dengan bahagia, semua sudah diatur dan didesain oleh Sang Maha Pencipta dengan sempurna.

Baca juga : 3 Kebiasaan Untuk Menjadi Orang Yang Bahagia

Anda hanya perlu menyesuaikan diri dan melakukan yang terbaik yang Anda bisa lakukan. Selebihnya? Bersenang-senanglah! Percaya atau tidak kadang kala dengan kerja keras dan kerja bahagia semuanya tetap berjalan seperti biasanya. Bahkan kerja dengan bahagia akan mendatangkan banyak hal positif seperti menemukan orang baru, mendapat pengalaman baru dan lain sebagainya. Tenang dan nikmatilah hari-hari dengan penuh kesenangan.

Mudah Memaafkan

Percaya atu tidak anak-anak bahkan tidak tahu apa itu gengsi dan malu. Dalam sedetik ibu memarahi anaknya, kemudian ketika ada kucing lewat, anak tersebut langsung memeluk ibunya. Hal seperti ini seperti hal biasa namun bagi orang dewasa ini seperti melihat badak di tengah pusat perbelanjaan, langka sekali. Anak-anak dengan mudah memaafkan meskipun ia sudah dimarahi dan dibuat merasa bersalah.

Bagi orang dewasa, kadang rasa gengsi dan malu sering menjadi momok untuk mengatakan maaf kepada orang lain. Orang dewasa lebih mengenal dendam dari pada maaf yang sederhana. Tidak jarang rasa-rasa yang negatif ini malah menjadi penyakit yang besar seperti stroke dan jantung. Orang menjadi mudah marah dan tidak membiarkan dirinya bahagia. Perlu sekali bagi orang dewasa mencontoh kebiasaan anak kecil yang mudah memaafkan ini. Anda akan lebih bahagia dan memandang dunia dengan lebih indah.

Cinta

Ingatkah Anda dengan masa kecil yang penuh senyuman dan ciuman. Anda seperti dibiasakan untuk mencinta dengan hati. Orang dewasa saat ini malah mengartikan cinta dengan berbagai macam alasan. Seperti jika ayah sayang denganku, dia pasti sudah membelikanku mobil seperti temanku itu. Atau jika pacarku itu sayang dengan aku, dia pasti sudah melamarku. Banyak sekali jika dan kalau yang menjadi alasan untuk orang dewasa merasa bahagia.

Baca juga : 5 Cara Menjadi Orang yang Menyenangkan

Pada diri anak kecil, mereka hanya merasa nyaman lalu mereka memeluk. Seorang bijak sering mengatakan dunia ini tidak serumit apa yang kita pikirkan. Ini barangkali memang benar pasalnya sering Anda dibuat pusing dengan memilih baju untuk pergi ke pesta atau acara penting lainnya. Anak-anak biasanya hanya memilih satu saja lalu mereka bahagia sekali memakainya. Tidak peduli banyak orang mencemooh dan lain-lain, anak kecil ini sudah bahagia.

Cobalah mencintai seperti anak kecil ini, apa adanya dan bahagia. Tidak peduli apa yang dicemoohkan orang lain dan bagaimana perbedaan Anda dengan yang lain. Kunci utamanya adalah mencintai dengan bahagia. Jika Anda sudah mendapatkan hal-hal tersebut maka bukan hal mustahil jika Anda benar-benar akan selalu bahagia dan menikmati hidup seperti anak kecil ini.

Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Apakah Hidup Kita Bermakna?

Ini adalah sebuah pertanyaan yang cukup berat dan sulit untuk dijawab. Sebelum kita berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut,…