6 Kisah Sukses Sosok Entrepreneur yang Bisa Menginspirasimu

Siapa sih yang tidak mau jadi orang sukses? Apalagi jadi pengusaha yang memiliki perusahaan sendiri. Apa sih sebenarnya rahasis sukses para entrepreneurs yang berpenghasilan miliaran bahkan triliunan rupiah per tahun? Yuk, simak 6 kisah sukses sosok entrepreneur berikut untuk menambah motivasi kita menjadi seorang entrepreneur!

1. Aitthipat Kulapongvanich

Pemilik perusahaan rumput laut goreng Tao Kae Noi yang biasa dipanggil Tob ini merupakan sosok entrepreneur asal Thailand. Ia telah menjadi seorang miliarder muda di usia 31 tahun, lho. Bukan hal mudah bagi Tob untuk mencapai kesuksesan yang telah dicapainya saat ini.

Ia telah mengalami berbagai tantangan dan jatuh-bangun dalam membangun bisnisnya saat ini. Berbagai macam bisnis telah ia coba. Mulai dari bisnis game online yang berujung pada ditutupnya bank account Tob, karena usaha tersebut diketahui ilegal.

Kemudian dilanjutkan bisnis barang elektronik yang ia coba masuki, yang berujung pada kerugian karena dirinya ditipu oleh penjual barang elektronik palsu. Hampir putus asa, Tob memulai bisnis kacang goreng sebagai bisnis barunya yang cukup sukses pada awalnya namun akhirnya jatuh lagi.

Hingga akhirnya bisnis rumput laut goreng pun coba dirintisnya. Ia mencoba berkali-kali, mencari cara menggoreng rumput laut agar rasanya enak. Jaringan toko 7eleven pun menjadi sasaran Tob untuk memasarkan produknya.

Tob kembali berjuang karena ternyata agar produknya dapat diterima oleh 7eleven, banyak persyaratan yang perlu dipenuhinya, termasuk harus memiliki pabrik tetap.

Dari pabrik kecil yang akhirnya ia bangun, bisnis rumput laut goreng yang dinamainya Tao Kae Noi itu pun berkembang sangat pesat. Produknya telah terjual hingga ke luar Thailand, termasuk Indonesia. Penghasilannya per tahun mencapai 800 juta baht (sekitar 235 miliar rupiah) dan kurang lebih 2.000 karyawan ia pekerjakan.

Baca juga : Kewirausahaan Untuk Semua Orang

2. William Tanuwijaya

Entrepreneur sukses asal Indonesia ini berasal dari Pematang Siantar, Sumatera Utara. Ia adalah pendiri sekaligus CEO Tokopedia. Sejak kuliah, William Tanuwijaya sudah aktif mencari penghasilan sendiri. Memasuki semester dua masa studinya, ia memiliki pekerjaan sampingan sebagai penjaga warung internet (warnet).

Setelah lulus kuliah, ia bekerja di sebuah perusahaan pengembangan software. Lama-kelamaan terbersit ide untuk memiliki perusahaan internet sendiri. Bersama temannya, Leontinus Alpha Edison, ia pun merintis startup Tokopedia.

Untuk mengembangkan usahanya tersebut, William pun mencari pemodal yang mau mendanai bisnis Tokopedia-nya tersebut. Dalam mencari dana inilah William diuji. Banyak orang yang meremehkan kemampuan William dalam berbisnis maupun menganggap idenya terlalu tinggi.

Setelah dua tahun tanpa menyerah mencari sumber pendanaan, akhirnya pada 17 Agustus 2009 Tokopedia resmi diluncurkan setelah mendapat pendanaan dari para investor dan bos tempatnya bekerja. Hingga saat ini Tokopedia terus mendapat suntikan pendanaan dari para investor dan mendapat berbagai penghargaan karena perkembangannya yang sangat baik.

3. Hengky Setiawan

Berawal dari berjualan ponsel bekas di bangku kuliah, Hengky Setiawan telah berubah menjadi seorang pengusaha sukses. Hengky merupakan pendiri sekaligus pemilik Telesindo Group. Hasil dari keaktifannya berjualan ponsel bekas saat masih kuliah tersebut dijadikannya modal untuk mendirikan perusahaannya sendiri yang dinamakan PT Setia Utama.

Hengky sempat mengalami masa sulit ketika ia berjualan Satelindo Direct dan sama sekali tidak mendapat komisi yang dijanjikan operator tersebut, hingga akhirnya ia rugi. Kemudian ia pun bangkit dan barulah Telesindo Shop berdiri.

Hengky yang pada awalnya hanya menjual satu brand saja, yaitu Telkomsel, melebarkan sayapnya dengan menjual multibrand. “Operator terbesar yang pernah dan saat ini kita pegang adalah Telkomsel, XL, dan Flexi” tutur Hengky.

Tidak hanya itu, bisnis Hengky saat ini mulai merambah ke produk handset dan berfokus pada tiga brand: Samsung, Apple, dan Ti-Phone. Saat ini Telesindo Group meraup omzet sebesar Rp5-6,9 triliun/tahun dengan kurang lebih 130.000 reseller dan 2.000 karyawan yang dipekerjakan.

Baca juga : 7 Cara Paling Efektif Untuk Mengurangi Rasa Cemas

4. Rusdi Kirana

Rusdi Kirana merupakan sosok entrepreneur yang berasal dari keluarga pedagang. Ia merintis karirnya sebagai penjual mesin ketik bermerk Brother. Hingga kemudian ia dan saudaranya, Kusnan Kirana, membangun sebuah perusahaan biro perjalanan yang bernaman Lion Tour. Usaha mereka pun berkembang hingga pada 30 Juni 2000 mereka mendirikan maskapai penerbangan dengan satu pesawat sewaan, Boeing 737-200.

Dengan slogan Lion Air: “We make people fly“, Rusdi ingin menciptakan jasa penerbangan yang low-cost. Ia mencoba memastikan agar harga tiket bisa semurah mungkin supaya segala jenis lapisan masyarakat dapat merasakan perjalanan di atas awan tersebut.

Lion Air pun tumbuh dengan pesat. Hingga pada tahun 2013 Lion Air mendapatkan rekor pembelian pesawat terbanyak sejumlah 234 pesawat Airbus A320 dengan dana sebesar $24 miliar.

Jangan dikira perjalanan Rusdi Kirana mulus-mulus saja. Dengan pembelian pesawat yang disebut sebagai pembelian terbesar tersebut, Lion Air dicurigai sebagai perusahaan asing dan Rusdi dianggap sebagai frontier. Namun hal tersebut berhasil dibantah oleh Rusdi dengan menjelaskan sumber pembiayaan pembelian pesawat tersebut.

5. Amancio Ortega

Sosok entrepreneur asal Spanyol ini merupakan pendiri perusahaan ritel pakaian terbesar merk Zara. Amancio Ortega merupakan anak dari keluarga yang sederhana; ayahnya seorang pekerja biasa di rel kereta api, dan ibunya seorang pembantu rumah tangga. Sejak umur 13 tahun Ortega telah melepas dunia pendidikannya demi membantu kedua orang tuanya mencari uang.

Berawal dari pekerjaannya sebagai pengantar di sebuah tempat pembuatan pakaian mewah, karirnya naik dengan diangkatnya ia menjadi asisten penjahit di tempatnya bekerja tersebut. Dari situ ia belajar banyak tentang cara menjahit, seluk beluk proses produksi, hingga distribusi pakaian ke toko-toko.

Setelah ia menikah, bersama sang istri, ia memproduksi dan menjual pakaiannya sendiri dengan kualitas mewah namun harga yang rendah. Pada tahun 1975 dibukalah toko pertama Zara. Lokasi toko yang strategis menjadikan bisnis Zara berkembang pesat. Apalagi produknya yang berkualitas dengan harga terjangkau sangat diminati oleh para konsumen. Saat ini terdapat lebih dari 1.700 toko Zara di 86 negara.

Hal yang unik dari Ortega ialah meskipun ia seorang pemilik perusahan pakaian mewah, namun ia selalu mengenakan pakaian yang sederhana. Selain itu, Ortega merupakan orang yang sangat jarang terliput oleh media karena sifatnya yang sangat menjaga kehidupan pribadinya, hingga pernah suatu saat ia rela membayar US$500.000 untuk mencegah paparazi menyebarkan foto putrinya.

Ortega juga merupakan sosok yang ramah terhadap karyawannya. Meskipun Zara telah mencapai kesuksesannya dan pada tahun 2001 Ortega sempat dinobatkan sebagai orang terkaya di Spanyol, Ortega tidak segan untuk makan di kafetaria bersama karyawannya.

Baca juga : Rahasia Mengawali Hari yang Hebat

6. Angkie Yudistia

Sekilas tak ada yang salah dengan penampilan wanita cantik ini. Namun siapa sangka, CEO sekaligus founder Thisable Enterprise ini memiliki keterbatasan dalam hal pendengaran (tuna rungu). Angkie Yudistia merupakan sosok wanita hebat. Sejak di bangku sekolah, ia sudah harus berjuang melawan berbagai hal, misalnya soal keterbatasan fisik yang dimilikinya hingga caci maki yang didapatkannya.

Angkie merupakan seseorang yang sangat mencintai dunia pendidikan. Meskipun dokter menyarankan baginya agar tidak perlu melanjutkan kuliah (karena ditakutkan akan memperparah kondisi pendengarannya), namun Angkie tetap nekat melanjutkan kuliah di London School of Public Relation, Jakarta, dengan jurusan periklanan.

Selepas kuliah Angkie bekerja sebagai humas di beberapa perusahaan. Seringnya ia mendapat diskriminasi dari teman-teman sekantornya atas keterbatasannya itu, menyebabkan Angkie beralih dengan membangun Thisable Enterprise.

Ia dan rekan-rekannya menciptakan program-program corporate social responsibility (CSR) khusus difabel. Ia ingin membantu para difabel untuk mengembangkan diri mereka dan menjadikan diri mereka bermanfaat di mata masyarakat. Meskipun program Thisable Enterprise ini terbilang baru, namun seirig berjalannya waktu semakin banyak perusahaan yang tertarik untuk berkolaborasi dengan Thisable Enterprise.

Selain dengan Thisable Enterprise, Angkie juga aktif bergerak di bidang-bidang sosial. Salah satu media kampanye yang sering ia gunakan ialah melalui buku.

Kisah keenam sosok entrepreneur di atas sangat menginspirasi, bukan? Ternyata kesuksesan yang mereka raih bukanlah sesuatu yang turun begitu saja dari langit. Yuk, gali lagi potensi diri kita, kembangkan ide kreatif kita, dan yang paling penting jangan pernah mengenal kata menyerah ya, guys.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Kewirausahaan Untuk Semua Orang

Entrepreneurship (kewirausahaan), dalam beberapa tahun terakhir menjadi topik yang makin sering dibicarakan. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak…

Berani Mencoba, Berani Gagal

Seorang pebisnis harus mempunyai sikap berani mencoba dan mencoba terus-menerus. Dengan berani mencoba, secara tidak langsung pebisnis dituntut…

10 Tips Memulai Bisnis Baru

Tidak mudah untuk memulai sebuah bisnis baru. Alih-alih langsung melakukan transaksi bisnis, seorang pemula biasanya terjebak dengan kesibukan-kesibukan…