Fungsi dan Manfaat Aromaterapi untuk Kehamilan

Aromaterapi sering digunakan oleh ibu hamil untuk memberikan rasa tenang, membantu mereka menghadapi rasa sakit dan gelisah serta membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Minyak esensial sudah dikenal secara luas dan digunakan untuk berbagai keperluan. Namun, untuk ibu hamil sangat dianjurkan untuk menggunakan minyak esensial yang murni dan aman.

Ibu hamil hanya diperbolehkan menggunakan jenis minyak esensial atau minyak-minyak yang lain setelah memasuki trimester kedua dan ketiga kehamilan. Pada trimester pertama ibu hamil tidak dianjurkan untuk menggunakan berbagai jenis minyak yang diekstrak dari tanaman pohon dan bunga serta kelopak tersebut.

Manfaat Minyak Esensial Aromaterapi

Kita bisa mencium wewangian serta merasakan rangsangan yang lezat dalam membangkitkan semangat untuk menenangkan, memberikan efek santai, membangkitkan energi baik itu pikiran dan tubuh serta masih banyak kegunaan yang lain.

Baca juga : Penting! Bahayakah Jika Jatuh Selama Kehamilan?

Untuk ibu hamil, biasanya minyak esensial dimanfaatkan untuk membantu mereka yang kesulitan tidur, membantu ibu hamil untuk mendapatkan rasa tenang terutama saat mereka gelisah menghadapi hari-hari yang berat selama kehamilan, dan juga banyak digunakan untuk berbagai keperluan seperti meredakan rasa sakit pada saat melahirkan dan setelah melahirkan.

Minyak esensial juga dipercaya memiliki kemampuan untuk membantu menyeimbangkan hormon yang membanjiri tubuh kita saat hamil. Itulah sebabnya mengapa banyak orang yang menggunakan aromaterapi untuk menyelaraskan dan membantu tubuh agar lebih rileks dalam mengikuti perkembangan bayi.

Penggunaan Minyak Aromaterapi

Minyak aromaterapi selain digunakan untuk memberikan rasa tenang kepada penggunanya, aromaterapi juga digunakan untuk pijat. Biasanya, minyak aromaterapi yang digunakan untuk pijat berjenis lemon.

Minyak aromaterapi lemon juga bisa digunakan untuk melawan morning sickness atau mual-mual serta bisa digunakan untuk pijat varises.

Sebelum Anda memanfaatkan aromaterapi untuk keperluan selama kehamilan, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apakah Anda memiliki riwayat alergi yang mungkin bisa diturunkan oleh ibu atau bapak.

Sebelum menggunakan minyak esensial aromaterapi sebaiknya Anda melakukan tes di kulit Anda untuk memastikan bahwa tidak ada reaksi alergi yang diakibatkan oleh minyak tersebut.

Jenis Minyak Aroma Terapi Berdasarkan Manfaatnya

Berikut adalah beberapa daftar minyak esensial aromaterapi yang sering digunakan untuk ibu hamil dan berdasarkan manfaat yang akan didapatkan.

• Geranium

Minyak esensial ini dipercaya dapat menyeimbangkan kondisi tubuh secara emosional. Minyak esensial ini dapat membantu menghilangkan rasa nyeri, membantu meringankan masalah kehamilan seperti payudara yang bengkak serta sakit, dapat membantu mengurangi bengkak pada kaki dan pergelangan kaki, membantu meringankan sakit pinggang dan ketidaknyamanan yang lainnya.

Geranium hanya dianjurkan untuk ibu hamil pada trimester ketiga dan sebaiknya diencerkan terlebih dahulu untuk mengurangi efek wanginya yang terlalu kuat.

• Chamomile

Minyak esensial ini dapat mengurangi nyeri otot, membantu mengurangi gangguan pencernaan, serta dapat mengurangi rasa sakit di kepala dan memberikan efek yang cukup baik untuk menenangkan pikiran dan juga tubuh.

• Lavender

Minyak esensial ini merupakan yang paling terkenal dan banyak ditemukan di berbagai tempat. Tidak hanya itu, ternyata minyak esensial lavender juga memiliki banyak manfaat termasuk juga untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi rasa nyeri di otot, membantu menenangkan pikiran dan juga emosi.

Aromaterapi Yang Harus Dihindari Oleh Ibu Hamil

Penggunaan minyak minyak esensial aromaterapi untuk ibu hamil yang diperbolehkan pada trimester kedua dan ketiga memiliki banyak manfaat. Tidak hanya itu, beberapa aromaterapi juga dipercaya dapat mengurangi gangguan morning sickness atau mual-mual yang dihadapi oleh ibu hamil.

Baca juga : Cara Mengatur Pola Makan Saat Hamil

Selain yang telah disebutkan di atas, ternyata ada beberapa aromaterapi yang juga harus dihindari oleh ibu hamil. Aromaterapi tersebut dipercaya tidak cocok untuk ibu hamil dan dapat mengurangi serta mengganggu konsentrasi seorang ibu hamil.

Akibat yang akan diderita oleh ibu hamil apabila menggunakan aromaterapi yang tidak direkomendasikan atau yang harus dihindari antara lain, menyebabkan darah berkurang, dan dapat menyebabkan kontraksi lebih awal.

Berikut adalah beberapa daftar wangian atau aromaterapi yang tidak dianjurkan untuk ibu selama kehamilan.

  • Basil atau aroma kemangi
  • Cedarwood
  • Cinnamon atau kayu manis
  • Cengkeh
  • Cypress
  • Fennel atau adas
  • Hyssop
  • Jasmine
  • Juniper atau jintan
  • Myrrh atau dupa
  • Pennyroyal
  • Rosemary
  • Thyme

Minyak Esensial dan Persalinan

Banyak wanita di dunia yang memanfaatkan minyak esensial untuk membantu mereka selama proses persalinan. Beberapa manfaat yang bisa didapat dengan bantuan minyak esensial adalah, membantu memberikan rasa rileks, membuat seorang ibu tetap tenang dan fokus pada pernapasan mereka, dan juga aromaterapi dapat memberikan kesan positif dalam pikiran dan juga meringankan kontraksi yang menyakitkan serta kram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Usia Berapa Bayi Boleh Dipijat?

Memberikan manfaat pijatan kepada bayi untuk merangsang hormon, membantu tumbuh kembang bayi, serta memberikan kedekatan kepada ibu, ayah…