Mengenal Kanker Payudara dan Penyebabnya

Belakangan ini kanker payudara adalah salah satu jenis penyakit yang paling menakutkan bagi perempuan di berbagai belahan dunia termasuk juga di Indonesia. Namun banyak dari mereka yang tidak mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan kanker payudara. Jika dapat dikenali lebih dini, kanker payudara dapat dicegah penyebarannya ke bagian tubuh yang lain.

Payudara terdiri dari lemak, jaringan ikat dan ribuan kelenjar kecil yang disebut lobulus. Biasanya payudara menghasilkan susu. Tubuh seseorang terdiri dari miliaran sel kecil yang biasanya tumbuh dan berkembang biak dalam cara yang teratur. Sel-sel ini hanya diproduksi pada saat mereka dibutuhkan. Sedangkan pada kasus kanker payudara, proses yang teratur tersebut berjalan dengan cara yang salah dan sel-sel mulai tumbuh dan berkembang biak tak terkendali.

Penyebab Kanker Payudara

• Usia

Resiko terkena kanker payudara meningkat setelah seseorang berusia 50 tahun atau pada saat mereka memasuki usia menopause. Semua wanita yang berusia 50 hingga 70 tahun harus melakukan skrining kanker payudara setiap tiga tahun sekali.

Baca juga : Pilihan Makanan Untuk Kesehatan Tubuh Wanita

• Sejarah Keluarga

Jika Anda memiliki kerabat yang pernah menderita kanker payudara atau kanker ovarium, kemungkinan Anda pun memiliki resiko terkena kanker payudara. Sebagian besar kasus kanker payudara tidak berjalan atau menetap di satu keluarga gen tertentu. Namun, riwayat keluarga dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker payudara maupun kanker ovarium.

• Paparan Estrogen

Hormon wanita, estrogen, kadang-kadang merangsang sel sel kanker payudara dan menyebabkan mereka tumbuh. Biasanya, ovarium dimana telur disimpan mulai menghasilkan estrogen ketika Anda mulai pubertas untuk membuat waktu menstruasi yang regular.

• Kelebihan Berat Badan atau Obesitas

Jika Anda mengalami menopause dan kelebihan berat badan atau obesitas, kemungkinan Anda untuk terkena resiko kanker payudara sangat besar. Hal tersebut diduga terkait dengan jumlah estrogen di dalam tubuh Anda. Kelebihan berat badan atau obesitas setelah menopause dapat menyebabkan estrogen diproduksi lebih banyak.

• Tinggi Badan

Jika Anda memiliki tinggi badan yang lebih dari rata rata, biasanya Anda juga akan cenderung memiliki risiko yang lebih besar terkena kanker payudara dibandingkan dengan mereka yang lebih pendek atau memiliki tinggi rata-rata. Alasan tersebut sebenarnya belum sepenuhnya dipahami namun mungkin terjadi karena beberapa interaksi antar gen, nutrisi dan juga hormon.

Gejala Kanker Payudara

Kanker payudara biasanya memiliki beberapa gejala. Pertama kali biasanya akan terlihat seperti benjolan pada area jaringan payudara. Namun perlu Anda ketahui bahwa setiap benjolan di payudara belum tentu kanker oleh karena itu sangat penting bagi Anda untuk memeriksakannya ke dokter.

Baca juga : Aneka Khasiat Sayur Bayam Bagi Kesehatan

Cobalah untuk pergi ke dokter apabila Anda menemukan beberapa gejala berikut ini.

  • Perubahan dalam ukuran atau bentuk pada salah satu payudara Anda.
  • Benjolan atau pembengkakan di salah satu dari ketiak Anda.
  • Ruam pada atau sekitar puting.
  • Perubahan dalam penampilan puting Anda, misalnya menjadi cekung.

Penting! Perlu Anda tahu, bahwa nyeri payudara belum tentu gejala dari kanker payudara. Jadi pastikan semuanya ke dokter spesialis sebelum Anda berprasangka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like