Anak Sering Bertanya, Bunda Jangan Bohong

Ada yang bilang kebohongan akan membuat gerbang besar bagi kebohongan-kebohongan yang lain. Begitu pula apabila anak sudah mulai bertanya tentang hal-hal yang ingin diketahuinya.

Anda sebaiknya tidak mengikuti bahasa mereka dengan menjawab sesuatu dengan imajinatif seperti misalnya, “Mengapa warna bunga ini bisa berubah?”, “Seorang peri kecil malam tadi mewarnainya, nak”. Jawaban seperti itu akan menimbulkan imajinasi yang berlebih bagi dirinya.

Anak yang memasuki tahap eksplorasi seperti ini sebaiknya dibimbing untuk membedakan antara imajinasi dan hal yang benar-benar nyata. Anda bisa menjawab sejujurnya dengan jawaban yang paling mudah dimengerti anak.

Misalnya, “Bunga ini bertumbuh dengan berubah warna jadi kita bisa tahu berapa usia bunga ini”. Dengan jawaban yang nyata dan jujur, anak lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Karena anak memang sedang menyusun kerangka berpikirnya untuk menerima dan mengerti dunia baru.

Usahakan untuk menjawab semua pertanyaan yang ia lontarkan dengan sabar dan jelas. Jika sedang sibuk, Anda bisa membuat perjanjian dengannya, membuat waktu luang untuk bertanya. Anak bisa diajari untuk menuliskan apa yang ingin ditanyakan dan kemudian bisa dilontarkan pada waktu yang ditentukan.

Baca juga : Tips Membangun Kepercayaan Diri Anak

Dengan demikian, anak belajar juga mengenai tata cara, kesabaran dan menunggu. Poin pentingnya adalah untuk tidak memperlakukan anak dengan sebelah mata. Misalnya dengan mengatakan, “Kamu anak kecil, sudah diam saja dulu, mama lagi sibuk.”

Dengan perlakuan yang berbeda tersebut bisa jadi anak malah menjadi minder dan berbeda dari yang lain. Anak merasa bahwa dirinya tidak diterima oleh orang lain. Ingat dalam usia ini, anak sudah bisa membedakan yang boleh dan tidak boleh. Baik maupun tidak. Bahaya atau tidak.

Jadi Anda benar-benar harus membuatnya merasa diakui dan menjadi bagian di keluarga. Anda bisa melakukan beberapa games yang seru untuk membuatnya sibuk dan bahkan membantu Anda. Misalnya dengan membuat game produksi mainan.

Anda minta anak untuk menghitung dan merapikan mainan yang dimilikinya. Sortir mana yang masih baik dan tidak perlu diretur. Beri keranjang yang bisa digunakan. Ajarilah pula cara membersihkan dan meletakkannya agar produksi tidak banyak yang retur dan sebagainya.

Dengan demikian anak akan merasa dirinya dihargai dan bekerja seperti mama yang sedang sibuk. Anda bisa berpura-pura menjadi rekan kerjanya dan mengontrolnya pada waktu-waktu tersebut. “Sibuk?”, “Iya saya lagi sibuk mama, kalau mau bertanya dicatat saja dulu ya”.

Anak juga sudah bisa bergaul dengan siapapun, maka Anda juga harus mengontrol apa saja pengetahuan yang ia dapatkan. Luangkan waktu untuk mendengar celotehan mereka dan menjawab pertanyaannya.

Pasti banyak yang ia belum mengerti dan lebih baik jika Anda yang membantunya untuk mengerti. Bukan tidak mungkin bila ia mendapat jawaban dari orang yang salah, maka cara berpikirnya juga akan menjadi salah.

Misalnya, “Mama, apa itu diskotik?”, “Itu tempat khusus orang dewasa menari-nari dan bernyanyi, anak kecil dilarang ke sana karena tempatnya sempit, adik bisa jatuh bila tersenggol nanti.”

Baca juga : Tips Ampuh Membentuk Perilaku Positif Anak

Jangan biarkan pertanyaan ini dijawab oleh orang yang salah seperti tetangga atau teman bermainnya. Mereka mungkin akan menjawab dengan “Itu tempat untuk mabuk-mabukan”.

Nah, maka bertanya jawab dengan anak penting untuk menghindari hal-hal semacam itu. Biarkan anak merasa nyaman untuk bercerita dan berikanlah jawaban yang sederhana namun jujur.

Dengan demikian, anak tidak berimajinasi berlebihan dan mudah belajar tentang hal-hal yang baru dengan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Konsep Keluarga Yang Sakinah

Beberapa dasawarsa belakangan ini, mewujudkan konsep keluarga sakinah seringkali hanya sebuah mimpi. Bukan karena orangnya yang bodoh melainkan…