Prioritaskan Perkembangan 1000 Hari Anak

Siapa yang tidak ingin melihat si kecil berkembang dengan baik dan bahagia. Segala cara dilakukan agar anak bisa melewati fase tumbuh kembangnya dengan semaksimal mungkin.

Nah, tahukah Anda bahwa fase kritis dimana perkembangan anak mencapai 80% adalah pada rentang usia 1000 hari?

Wahai ibu dan ayah, jika Anda tidak ingin anak melawatkan fase-fase tumbuh kembang paling baik, jangan pernah menyepelekan “the window opportunity” ini.

Ini penting karena teryata menurut penelitian tidak banyak orang tua yang tahu dan paham mengenai usia kritis ini. Banyak anak mengalami gangguan pada pertumbuhan seperti terlambat bicara, terlambat berjalan dan terlambat tumbuh gigi karena pola pengasuhan anak salah sejak dini.

Biasanya orang tua baru sering bertanya bukan pada pakar tumbuh kembang anak namun pada nenek atau kakek sang bayi. Lantas misalnya dijawab, “Tidak apa-apa, dulu ayahnya juga baru bisa bicara di usia 4 tahun” Anda kemudian menyepelekan pertumbuhan yang sebenarnya terlambat ini.

Baca juga : Amankah Bayi Tidur Tengkurap?

Pola asuh orang tua jaman dulu bisa saja memang berdasarkan pengalaman turun-temurun, namun bukan berarti tidak ada yang salah bukan?

Semuanya tetap perlu dicerna dan dipelajari lebih lanjut. Jika tidak berdasar dan hanya mitos, Anda patut was-was dengan teori yang diberikan. Lebih baik Anda banyak membaca buku tentang tumbuh kembang anak dan mengkonsultasikannya pada ahli.

Ada 6 kunci dasar pada anak usia emas ini yang sama sekali tidak boleh dilewatkan orang tua.

1. Perkembangan Otak

Usia emas bagi bayi memang benar berada pada rentang 100 hari hingga usia 2 tahun. Pasalnya pada usia tersebut bayi mengalami perkembangan yang pesat pada otaknya yakni sebesar 80% dan sekitar 15% berkembang pada usia 2-6 tahun lalu sisanya berkembang setelah usia 6 tahun ke atas.

Pada fase 280 hari pertamanya, organ-organ vital pada bayi sedang benar-benar dibentuk seperti otak, jantung, hati, ginjal dan indera.

Baca juga : Pentingnya Peran Seorang Ibu Dalam Keluarga

2. Perkembangan Fisik

Pada fase ini bayi mengalami perkembangan fisik yang paling mendasar. Kemampuan motorik kasar dan halus perlu segera dirangsang. Motorik kasar adalah kemampuan yang melibatkan otot-otot besar seperti membalikkan badan, duduk, berdiri dan berjalan.

Motorik halus adalah perkembangan sistem koordinasinya misalnya dengan melemparkan barang, meletakkan barang hingga menendang bola. Pada fase tersebut bayi mengkoordinasikan beberapa organ tubuhnya seperti tangan dan mata atau kaki dan mata.

3. Perkembangan Komunikasi Verbal

Dasar komunikasi juga harus dilatih sejak usia emas ini. Pada rentang ini, si kecil biasanya menggunakan berbagai macam bahasa untuk memberi sinyal kepada orang tua.

Fasenya bisa dimuali dengan menangis, melihat ke arah yang di tuju, menunjuk hingga bergerak-gerak sesuai apa yang ia inginkan untuk menunjukkan dirinya.

4. Kompetensi Sosial

Dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun bayi sudah harus memiliki kompetensi sosial. Bayi memang belum bisa merasakan empati seperti orang dewasa namun sudah bisa merasakan sesuatu apabila rekan/kawannya sedang menangis misalnya. Anda hanya perlu menyandingkan bayi dengan bayi lain.

Mereka akan terlihat saling cuek, namun ini adalah fase perkembangannya yang harus dilewati. Bayi akan bereksplorasi dengan teman sebayanya dan melakukan aktivitas bersama meskipun masih paralel.

Baca juga : Ajak Anak Anda Berbelanja Yuk!

5. Nilai Perilaku

Ingat, pada usia ini anak sering bereksplorasi untuk mengerti banyak hal di lingkungannya. Jadi jangan buru-buru memarahi anak bila ia memukul temannya atau menjatuhkan barang. Anak biasanya masih dalam tahap mengenal emosinya sendiri dan berekspresi.

Ini bisa jadi dilihat dari semua barang yang disentuhnya saat itu menjadi miliknya. Tugas orang tua adalah mengarahkan lewat perilaku.

Misalnya bila anak sering menjatuhkan barang, tuntunlah untuk mengembalikan barang tersebut kemudian peluklah dia. Si kecil akan menyadari bahwa sebenarnya barang tersebut harus berada di tempatnya dengan tanpa marah atau emosi.

6. Kesehatan Jangka Panjang

Pembentukan organ vital anak adalah pada usia ini. Jadi orang tua wajib memperhatikan kelengkapan gizi dari sang anak. Penelitian menunjukkan penyakit seperti jantung koroner, paru-paru, ginjal memang sudah terprogram dari anak usia ini.

Maka ayah dan ibu, perhatikan sekali kebutuhan gizinya untuk membantu tumbuh kembangnya bukan hanya masalah fisik luar dan otak namun juga sistem organ yang ada di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Ajak Anak Anda Berbelanja Yuk!

Kegiatan berbelanja bulanan mungkin memang membosankan bagi Anda. Oleh karena itu, Anda bisa mengajak anak untuk bermain sambil…