4 Teknologi Tepat Guna Dari Barang Bekas Yang Bisa Kamu Buat Sendiri

Teknologi sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari manusia. Hampir setiap detik kehidupan manusia selalu terhubung dengan yang namannya teknologi. Terutama di era modern ini, tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi sudah menjadi semacam gaya hidup yang selalu ada dalam setiap napas kehidupan.

Coba sekarang kamu ingat-ingat lagi teknologi apa saja yang sering kamu gunakan, yang sangat dekat dengan kehidupan kamu sehari-hari. Setidaknya kamu pasti ingat bahwa setiap harinya kamu menggunakan handphone, mengakses internet, menggunakan laptop dan komputer.

Tapi nyatanya teknologi tidak hanya tentang benda-benda modern seperti itu. Benda-benda lain seperti kompor atau pendingin makanan alias kulkas misalnya, itu juga termasuk sebagai teknologi.

Teknologi dapat diartikan sebagai segala sesuatu, alat atau sarana yang diciptakan demi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Tujuan dari pengembangan teknologi adalah untuk mempermudah kehidupan manusia dari hari ke hari.

Teknologi begitu berguna bagi kehidupan manusia, bahkan kini manusia dapat dikatakan sangat tergantung pada teknologi. Coba saja jika tidak ada kompor gas pasti ribet mau masak.

Teknologi berkembang secara pesat seiring dengan berkembangnya zaman. Di era ini perkembangan teknologi sangat jauh berbeda dari dahulu kala, ketika teknologi masih sangat awam. Kesadaran akan pentingnya teknologi bagi kehidupanlah yang kemudian membawa kemajuan pesat tersebut. Teknologi kini bahkan menjadi bidang yang sangat diminati oleh berbagai kalangan.

Di antara sekian banyak perkembangan teknologi, terdapat semacam satu tipe teknologi yang disebut dengan teknologi tepat guna. Apakah kamu tahu apa yang dimaksud dengan teknologi tepat guna? Setidaknya pernahkan kamu mendengar istilah tersebut?

Wikipedia.com menjelaskan bahwa teknologi tepat guna adalah gerakan ideologis yang mulanya diartikulasikan sebagai intermediate technology oleh seorang ekonom bernama Dr. Ernst Friedrch “Fritz” Schumacher dalam “Small is Beautiful“.

Teknologi tepat guna didesain bagi suatu kelompok, kalangan masyarakat khusus dengan tujuan penyesuaian teknologi yang dikembangkan tersebut dengan aspek-aspek tertentu, misalnya lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial dan politik, bahkan ekonomi masyarakat. Desain dari sebuah teknologi tepat guna seharusnya hemat sumber daya, mudah dalam perawatan dan tidak atau meminimalisir dampak polusi.

Teknologi tepat guna secara umum dapat dilihat sebagai penciptaan sesuatu demi kemudahan hidup manusia, dengan memperhatikan manusia itu sendiri. Berbagai benda hasil dari teknologi tepat guna haruslah tepat sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya yang ada, agar tidak menjadi mubazir. Itulah sekiranya yang menjadikan teknologi tepat guna begitu terkenal dan besar namanya belakangan ini.

Ada satu hal lagi yang perlu kamu tahu tentang teknologi tepat guna. Jika kamu berpikir bahwa teknologi tepat guna tentunya menggunakan bahan-bahan baru dan berkualitas, bahan-bahan tertentu yang bahkan mungkin tidak mudah diperoleh di pasaran, maka kamu pasti akan terkejut.

Baca juga : Teknologi Bagi Guru Agar Pembelajaran Lebih Efektif dan Mengasyikan

Ya, saat ini justru terdapat beberapa benda teknologi tepat guna yang dibuat dengan barang bekas. Supaya tidak penasaran di bawah ini adalah sedikit contoh teknologi tepat guna berbahan dasar barang bekas.

1. Payung Bekas Jangan Dibuang, Kalau Tahu Caranya, Kamu Bisa Gunakan sebagai Pengganti Kompor di Rumah.

Kamu pasti bisa membayangkan betapa penting yang namanya kompor bagi kehidupan manusia. Kompor yang ada sekarang ini sangat membantu dan mempermudah para ibu rumah tangga untuk memasak, menyiapkan makanan bagi keluarganya. Kalau kompornya rusak pasti sudah tahu kan ibu-ibu pasti langsung ribut. Nah, baru-baru ini diciptakanlah yang namanya kompor payung tenaga surya.

Jika ingin membuat kompor ini, maka yang diperlukan adalah payung bekas dengan diameter 120-150 cm (utamakan yang warna bagian dalam payung dapat meneruskan sinar matahari), jika tidak ada bisa gunakan aluminium foil yang ada di bagian belakang payung), penahan untuk bahan yang akan dimasak semisal kayu atau pipa besi dan terakhir peralatan seperti tali, gunting, double tape dan lem.

Langkah untuk membuatnya adalah menyusun payung dengan penahan menyerupai bentuk perabola kemudian hadapkan ke arah sinar matahari. Selanjutnya letakkan penopang untuk bahan yang akan dimasak (misalnya air) di tengah, berada pada titik fokus parabola. Kemudian, kamu hanya perlu menunggu air tersebut hingga matang.

2. Siang Hari Masih Mati Lampu? Tenang Saja Kamu Bisa Membuat Lampu Sederhana Berbahan Dasar Botol Bekas.

Kebayang kan di benak kamu apa jadinya hidup tanpa lampu. Lampu dengan sinarnya yang terang itu selalu membantu supaya kamu tidak gelap-gelapan saat mengerjakan sesuatu. Lalu bagaimana jadinya kalau dapat giliran dari PLN sehingga listrik dimatikan sementara waktu atau saat ada masalah dengan jaringan listriknya.

Tenang saja, karena sekarang kamu tidak perlu lagi khawatir. Berbekal botol plastik bekas, air, dan pemutih cucian kamu bisa menciptakan lampu sendiri dengan memanfaatkan energi surya atau matahari. Pembuatan lampu sederhana ini juga tidak memakan waktu lama, hanya sekitar satu jam saja.

Caranya adalah dengan mengelupas seluruh tempelan atau label yang ada di botol terlebih dahulu, agar botolnya transparan. Selanjutnya isi botol dengan air bersih sekitar tiga perempat bagian dan masukkan pemutih cucian secukupnya. Aduk hingga merata dan tutup botol tersebut rapat-rapat.

Lampu ini umumnya dipasang di atap rumah, sehingga untuk memasangnya harus lebih dahulu membuat lubang di atap lalu masukkan botol tersebut dengan posisi tutup botol ada di atas dan sepertiga bagian yang berada di luar. Taraaaa, lampunya sudah jadi. Lampu ini dikatakan setara dengan terang lampu 60 watt, bahkan bisa bertahan hingga 5 tahun.

3. Jika Ada Beberapa Diantara Kamu Yang Melihat Adanya Warga Mengangkut Air Dari Tempat Jauh, Hippo Roller Bisa Jadi Solusinya.

Pernahkah kamu mendengar teknologi yang satu ini? Ya, namanya hippo roller, diciptakan karena melihat bahwa masih terdapat beberapa orang di luar sana yang untuk mencari air saja harus berjalan belasan kilometer. Jalan yang belum terfasilitasi dengan baik dan jarak tempuh yang jauh membuat hippo roller ini diciptakan demi mempermudah kegiatan mereka tersebut.

Hippo roller mulanya diciptakan di Afrika. Alat ini dibuat dengan memodifikasi toren air sehingga menjadi tempat air yang dapat digelindingkan. Hebatnya, alat ini bukan saja mempermudah kegiatan mengambil air, namun juga kapasitas tampung airnya yang mencapai 90 liter. Ini adalah jumlah yang banyak mengingat jika menggunakan cara lama, menyunggi di atas kepala, hanya sekitar 20-30 liter yang dapat dibawa pulang.

Baca juga : 3 Benda yang Akan Membuat Kamarmu Kian Menarik Dipandang Mata

4. Suka Digigitin Nyamuk Di Malam Hari? Buat Perangkap Nyamuk Kamu Sendiri.

Nyamuk, hewan yang satu ini selalu ada di mana-mana. Lari ke belahan dunia manapun yang namanya nyamuk pasti ada. Padahal nyamuk kerjanya menggigit manusia dan menyebabkan gatal. Kamu juga pasti suka merasa terganggu dengan banyaknya nyamuk yang beredar di rumahmu kan?

Sekarang kamu tidak perlu lagi repot dan pusing bagaimana caranya menangkap nyamuk-nyamuk itu. Kamu cukup menyediakan botol plastik bekas berukuran 1,5 liter, air sebanyak 200 ml, 50 gr gula merah, dan 1 gr ragi. Berbahan itu semua kamu bisa menciptakan perangkap nyamuk sederhana karya kamu sendiri.

Caranya adalah dengan terlebih dahulu memotong botol plastik pas di tengah. Campur gula merah dengan air panas, setelah dingin tuangkan di separuh bagian potongan bawah botol, lalu tambah ragi ke dalamnya. Terakhir, masukkan bagian yang ada tutup botolnya ke dalam bagian yang lainnya dan bungkus botol dengan sesuatu berwarna hitam kecuali bagian atasnya.

Gampang kan cara membuatnya. Perangkap nyamuk itu bisa kamu taruh di sudut-sudut rumah yang kamu rasa menjadi tempat tinggal nyamuk. Setelah beberapa waktu kamu akan lihat bahwa nyamuk-nyamuk itu ada di dalam, terperangkap dalam botol.

Masih berpikir bahwa membuat teknologi tepat guna harus selalu sesuatu yang rumit? Ingatlah bahwa bahan-bahan sederhana yang ada di sekitarmu dapat kamu olah menjadi sebuah benda atau alat yang bermanfaat.

Itulah inti dari teknologi tepat guna, alat yang dibuat dengan tujuan mempermudah kehidupan manusia dan tentunya tepat sasaran dengan apa yang menjadi kebutuhan.

Kamu mau mencoba?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like