Makin Canggih Dengan Virtual Reality, Teknologi Visual Dalam Batasan Ruang

Belakangan ini kamu pasti sering mendengar tentang VR kan? VR kependekan dari Virtual Reality yang dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti Realitas Maya. Inilah teknologi yang sedang booming akhir-akhir ini. Apa sih itu VR?

VR atau Virtual Reality atau Realitas Maya merupakan teknologi yang memungkinkan kamu bisa berinteraksi visual dengan semua hal yang ada di dunia maya atau virtual. Interaksi ini disimulasikan komputer sehingga kamu bisa merasa seperti dalam dunia virtual, atau sebaliknya dunia virtual yang divisualisasikan ke dunia nyata.

Banyak para ahli bidang teknologi yang berpendapat kalau teknologi ini akan menjadi tren di masa mendatang. Yah, bisa dibilang salah satu the next biggest things di bidang teknologi.

Baca juga : 12 Teknologi Abad 21 Yang Pasti Mengubah Duniamu

Kamu bisa lihat, banyak video di Youtube yang mempertontonkan kecangggihan VR. Binatang buas yang berkeliaran di jalan raya, orang-orang yang lagi berfoto dengan alien atau dinosaurus. Itu tadi hanyalah contoh kecil implementasi dari kecanggihan VR.

VR pada dasarnya bisa diimplementasikan hampir di semua aspek kehidupan. Baik itu dalam bentuk pendidikan, game, advertising atau hanya sekedar gaya-gayaan semata.

Sebagai contoh sederhananya, di dunia game misalnya. Kalau kamu penggemar game FPS atau First Person Shooter pasti sangat berhasrat mencoba teknologi ini untuk bermain game. Merasakan sensasi menjadi karakter yang ada di dalam gamenya secara langsung, dengan kata lain kamu masuk ke dalam dunia game.

Bahkan implementasi VR ini bisa membawa kamu traveling. Oh ya? Masa sih? Yups, karena VR diduetkan dengan Photoshepere, yaitu foto yang diambil 360 derajat. Singkatnya kamu bisa berada di tempat di mana foto itu diambil.

Sampai-sampai Mark Zuckerberg di facebook terang-terangan mau mengembangkan VR. Bahkan doi juga beli Oculus VR, yiatu perusahaan yang mengembangkanVR.

Mark Zuckerberg bilang di facebooknya, dia ingin ikut berpatisipasi bersama Oculus VR dalam mengembangkan teknologi ini agar bisa diimplementasikan dalam aspek kehidupan di masyarakat luas. Bukan hanya di dunia game saja tapi pada banyak aspek kehidupan.

Hambatan Implementasi Virtual Reality di Realita Keseharian

Walaupun digadang-gadang akan menjadi tren di masa mendatang dan banyak mendapatkan puja-puji di pameran teknologi dan game. Tidak sedikit pula yang menyangsikan fungsi teknis VR di kehidupan sehari-hari, khususnya di Indonesia. Baik itu secara perangkatnya ataupun dalam penggunaannya.

Selain karena teknologi VR yang bisa dikatakan mahal, sssttt… bukan hanya kacamata VR-nya saja yang mahal, tetapi kamu juga harus menyiapkan kocek yang lebih untuk mendapatkan dukungan spesifikasi komputernya.

Walaupun kamu pernah mendengar harga Samsung Gear VR hanya dibanderol dengan harga $99 (sekitar sejutaan rupiah). Tapi coba tambahkan dengan smartphone untuk koneksi, seperti Galaxy Note 4, Galaxy S6 atau Galaxy S6 Edge.

Baca juga : Kemudahan dari Gadget Belum Tentu Membuat Hidupmu Sehat

Masih terkait masalah harga. Kemungkinan besar teknologi ini tidaklah terlalu menjanjikan di pasaran Indonesia dan sangat kecil peluangnya. Distribusi resmi teknologi ini juga akan menyebabkan pembengkakan harga.

Kebutuhan ruangan masih kurang mencukupi. VR membutuhkan ruang untuk bisa bergerak secara leluasa, karena dalam keadaan mata tertutup kamu butuh ruang yang luas untuk bergerak secara leluasa.

Walaupun ada perangkat Walking VR untuk mengatasi masalah ruang, tapi hal tersebut akhirnya kembali pada masalah finansial kamu.

Pada prakteknya, virtual reality akan memberikan dampak pada penggunanya. Seperti pusing atau mual-mual, hal itu didapat dari penampakan visual dari teknologi ini. Jadi kamu harus bisa beradaptasi untuk mengatasi masalah tersebut.

Perangkat Virtual Reality Yang Digunakan

Apakah kamu berminat mencoba teknologi VR untuk bermain game atau mau jalan-jalan virtual? Ada beberapa komponen yang harus kamu punya terlebih dulu. Karena VR ini bekerja dengan konsep visual, jadi kamu butuh perangkat utama VR berupa kacamata. Ingat bukan kacamata biasa lho.

Selain kacamata VR, kamu juga memerlukan perangkat pendukung lain seperti Walking VR, yaitu semacam alat seperti treadmill untuk mengkondisikan gerakan berjalan dalam VR.

Alat ini yang nantinya akan membantu kamu untuk berjalan atau berlari di tempat. Alat ini juga akan menyesuaikan kecepatan kamu saat berjalan atau berlari. Wah, bisa sekalian buat olahraga nih.

Kalau buat para gamer, kamu juga perlu controller. Controller ini bisa apa saja tetapi yang paling sering digunakan adalah Gun Controller, berupa pistol atau senapan yang sudah terintegrasi dengan VR.

Controller ini yang mendukung untuk permainan FPS bergenre perang, seperti Call of Duty, Battlefield, Hallo dan lain-lain. Sebenarnya masih banyak lagi perangkat lain, seperti sarung tangan atau sepatu yang dipakai untuk mendukung kamu saat main game.

Aplikasi Virtual Reality

Selain perangkat-perangkat tadi, kamu juga membutuhkan software aplikasi pendukungnya. Disini, aplikasi yang dimaksudkan adalah aplikasi virtual reality yang menggunakan smartphone. Nah, berikut adalah beberapa aplikasi yang bisa kamu pakai.

1. Lamper VR (Android)

Aplikasi game endless run dari android yang mengharuskan kamu untuk terus bergerak dan menghindari rintangan yang ada.

2. Dinotours VR (Android)

Kalau kamu ingin tamasya ke Jurassic World dan melihat binatang purba. Kamu bisa mengunduh aplikasi ini, karena di situ kamu bisa melihat beraneka ragam dinosaurus seperti berada di kebun binatang.

3. Insidious VR (Android)

Buat kamu yang penasaran sama dunia gaib, kamu bisa download aplikasi ini. Di situ kamu bakal disuguhi penampakkan hantu-hantu di depan mata.

4. InMind VR (IOS)

Game yang akan mengajak kamu untuk melihat neuron-neuron yang ada dalam sel tubuh. Game sederhana yang memberikan konfigurasi yang bisa kamu setting sendiri.

5. Froggy VR (IOS)

Game gratisan dari IOS yang sangat simpel dan mudah dimainkan. Dengan sensasi klasik dalam permainan game ini dan gameplay sederhana, seperti melompat untuk bergerak dan mengejar serangga.

Vendor-Vendor Virtual Reality

Selain Oculus Rift VR yang sudah dibeli Mark Zuckerberg, ada beberapa vendor atau perusahaan yang sedang mengembangkan teknologi ini, seperti Google.

Perusahaan ini juga ikut dan sedang mengembangkan VR, bahkan mereka membuat Google Cardboard. Buat kamu yang pengin mencoba sensasi virtual reality, Google Cardboard dapat diunduh secara gratis.

Kamu bisa download Google Cardboard blueprintnya secara gratis. Kamu bisa menggunakan kertas duplex atau kardus untuk merakitnya. Displaynya cukup dengan smartphone kamu.

Tentu saja kamu juga harus mengunduh terlebih dulu aplikasi VR di Google Play atau Appstore. Dengan itu saja kamu sudah bisa merasakan sensasi VR buatan sendiri.

HTC dengan HTC Vive juga ikut mengembangkan teknologi VR, bekerja sama dengan raksasa industri game Valve. Produk yang dibuat dengan basis platform Steam VR. HTC Vive juga diperkenalkan ke publik pada saat musim libur natal 2015 lalu dan dirilis untuk kalangan terbatas, yang akan segera dijual secara massal.

Pernah mendengar Project Morpheus? Itu adalah ide awal Sony saat mengembangkan teknologi VR. Tapi sekarang kamu pasti lebih mengenal dengan nama Playstation VR.

Pihak Sony telah mengumumkan dan meluncurkan Playstation VR di bulan Maret 2016. Dengan resolusi 1920×1080 layar OLED dan 120fps akan memberikan sensasi super smooth visual saat kamu main game.

Samsung juga tidak mau ketinggalan mengembangkan teknologi virtual reality. Menggandeng Oculus VR sebagai partner, Samsung menciptakan Samsung Gear VR, yang menggunakan smartphone keluaran Samsung sebagai display dan prosesor utamanya.

Baca juga : Teknologi Semakin Maju Kamu Juga Harus Lebih Maju, 8 Hal Mendasar Ini Wajib Kamu Lakukan

Sebenarnya Samsung telah merilis versi developernya sebanyak dua kali yakni, pada Desember 2014 rilis pertama kalinya dan hanya menggunakan Galaxy Note 4 sebagai mesin utamanya dan di bulan Maret 2015 rilis versi kedua yang memanfaatkan Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge.

Selain vendor dan perusahaan besar tadi, ada beberapa vendor lain seperti Letv, perusahaan streaming video asal China dengan LeVR COOL1, OMNI, dan WorldViz.

Semuanya sedang berlomba dalam mengembangkan teknologi virtual reality. Namun untuk sekarang ini, teknologi VR masih menyasar untuk perangkat mobile agar mudah dalam penggunaannya, seperti memanfaatkan smartphone dan Google Cardboard untuk menikmati sensasi virtual sehari-hari.

Walaupun sekarang VR hanya untuk kebutuhan tersier saja, tapi tidak menutup kemungkinan VR di masa mendatang akan memberikan manfaat untuk kebutuhan pendidikan ataupun kebutuhan utama lainnya.

Melihat banyaknya perusahaan sedang mengembangkan VR kemungkinan itu bukanlah hal yang tidak mungkin. Penasaran dan tertarik untuk mencoba sensasi VR?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like