Tips Ampuh Membentuk Perilaku Positif Anak

Membentuk perilaku positif pada anak merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab orang tua. Seperti yang kita tahu bahwa setiap orang tua bermimpi dan menginginkan anaknya memiliki sopan santun dan tata krama yang baik serta tahu bagaimana caranya meminta tolong dan tahu bagaimana cara berterima kasih.

Perilaku anak mencerminkan siapa diri Anda. Kebiasaan datang dengan mudah ke beberapa anak biasanya karena mereka mencontoh. Memahami dasar tata krama yang baik dan membantu anak Anda untuk mengetahui sopan santun adalah pendidikan dasar yang harus dimiliki oleh setiap anak.

Menghormati

Percaya atau tidak, Anda mulai mengajarkan sopan santun kepada anak Anda bahkan sejak mereka baru lahir. Akar sopan santun adalah menghormati orang lain. Dan akar hormat adalah rasa sensitif. Sensitif atau sensitifitas merupakan salah satu kualitas yang paling berharga yang harus Anda tanamkan kepada anak.

Baca juga : Bolehkah Anak Banyak Berteman?

Dan hal tersebut biasanya harus dimulai sejak bayi. Bayi yang sensitif secara alami akan menjadi anak yang bisa menghormati, dan peduli perasaan orang lain. Secara alami hal tersebut akan membentuk anak menjadi santun.

Kesopanan seorang anak akan menjadi lebih kreatif dan lebih tulus apabila dia bisa belajar dari buku buku yang berkaitan dengan etika. Buku-buku tersebut bisa Anda dapatkan dari buku-buku cerita maupun buku-buku anak yang mengajarkan cara menghargai orang lain.

Ajarkan Kata-Kata Sopan

Setiap hari anak-anak mendengarkan apa yang Anda katakan, apa yang Anda ucapkan dan melihat apa yang Anda lakukan.

Sejak dini, Anda bisa mengajarkan anak-anak misalnya mereka yang sudah berumur 2 tahun untuk mengatakan “tolong” Atau “terima kasih”. Meskipun pada usia anak-anak, mereka tidak mengetahui bahwa kedua kata tersebut merupakan kata-kata yang sangat berharga dalam kehidupan sosial dan memiliki tempat yang sangat tinggi.

Biasanya seorang anak menyimpulkan kata tolong sebagai salah satu cara untuk mendapatkan keinginan mereka. Dan kata terima kasih adalah cara untuk mengakhiri interaksi.

Bahkan sebelum anak-anak menangkap makna dari kata kata tersebut, mereka belajar pentingnya ekspresi yang ditunjukkan oleh orang tua mereka saat mengucapkan kata-kata tolong dan terima kasih. Secara naluriah, anak-anak akan meniru Anda.

Beri Contoh

Pada usia 2 hingga 4 tahun, anak-anak mungkin sering mendengar kata kata tolong dan juga terima kasih atau kata-kata maaf. Jika Anda melakukan banyak hal mulai dari cara berbicara dan cara menyikapi sesuatu, anak-anak akan mencontoh dan mengambil Anda sebagai figur yang akan diikuti.

Jadi, sangat penting bagi orang tua untuk tetap memberikan contoh yang positif bagi anak-anak mereka kapanpun baik di saat-saat senang maupun pada saat-saat yang sulit sekali pun.

Baca juga : Ajak Anak Anda Berbelanja Yuk!

Menggunakan Tangan Kanan

Sejak kecil, apabila anak-anak mencoba meraih sesuatu yang Anda berikan dengan menggunakan tangan kiri, cobalah untuk selalu mengarahkan mereka untuk menerima sesuatu dengan tangan kanan. Selain itu, juga perlu dibiasakan menunjuk dengan tangan kanan.

Sekali lagi, orang tua merupakan contoh paling mutlak yang anak-anak miliki. Sehingga apabila Anda sering menunjuk dengan tangan kiri atau mengambil sesuatu dan memberikan sesuatu dengan tangan kiri mereka pun akan mengikutinya.

Contoh-contoh positif kecil di mana Anda bisa memberikan cara menggunakan tangan kanan diantaranya adalah saat memasang sepatu, saat mengenakan pakaian, saat mengambil sesuatu dan juga saat menunjuk sesuatu. Mereka akan terbiasa saat besar nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Ajak Anak Anda Berbelanja Yuk!

Kegiatan berbelanja bulanan mungkin memang membosankan bagi Anda. Oleh karena itu, Anda bisa mengajak anak untuk bermain sambil…